Senin, 06 April 2009

Kartografi

Dari situs Wikipedia.org, di jelaskan bahwa Kartografi (atau pembuatan peta) adalah studi dan praktek membuat peta atau globe. Atau bisa juga dikatakan bahwa kartografi merupakan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan peta (Kamus Istilah Perpustakaan Dan Dokumentasi / oleh Nurhaidi Magetsari, dkk (1992)). Peta secara tradisional sudah dibuat menggunakan pena dan kertas, tetapi munculnya dan penyebaran komputer sudah merevolusionerkan kartografi.

Proses Kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar menjadi peta yang terlihat informatif.

Bahan Kartografi:
Semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termasuk peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan; foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa; atlas; gambar udara selayang pandang, dan sebagainya.

Dari sumber lain yang saya dapatkan(http://arashirin.wordpress.com) di jelaskan tentang:
1.PETA
1.1 Syarat peta
  1. Peta tidak boleh membingungkan
  2. Peta harus dengan mudah dapat dimengerti atau ditangkap maknanya oleh si pemakai peta.
  3. Peta harus memberikan gambaran yang sebenarnya. Ini berarti peta itu harus cukup teliti sesuai dengan tujuannya.
  4. Karena peta itu dinilai melalui penglihatan (oleh mata), maka tampilan peta hendaknya sedap dipandang (menarik, rapih dan bersih).

1.2 Usaha memenuhi persyaratan peta

Supaya peta tidak membingungkan, peta dilengkapi dengan :

  1. Keterangan atau legenda;
  2. Sekala peta;
  3. Judul peta (apa isinya);
  4. Bagian dunia mana.

Supaya mudah dimengerti atau ditangkap maknanya, digunakan :

  1. Tata warna;
  2. Simbol (terutama pada peta tematik);
  3. Proyeksi.

Sebuah peta harus teliti. Sehubungan dengan itu, perlu diingatkan bahwa tingkat ketelitian harus disesuaikan dengan tujuan peta dan jenis peta, serta kesanggupan sekala peta itu dalam menyatakan ketelitian. Sebagai contoh :

  1. Jenis peta : Peta Penggunaan Tanah
  2. Tujuan peta : Memperlihatkan bentuk-bentuk pemanfaatan atau pengusahaan tanah oleh manusia.
  3. Sekala peta : 1:50.000
  4. Yang harus teliti : Jenis-jenis penggunaan tanah apa yang dapat digambarkan dengan sekala peta tersebut. Jenis penggunaan tanah sekala 1:50.000 tentunya harus lebih teliti atau rinci dari jenis penggunaan tanah sekala 1:250.000 misalnya.

2. PENYUSUNAN PETA

2.1. Data Geografis

Untuk menyampaikan ide melaui peta dari berbagai hal kedudukannya dalam ruang muka bumi diamana objek (objek geografis) yang akan disampaikan tersebut tentunya amatlah rumit. Penyederhanan objek geografis dalam peta terdiri dari :

  1. Titik, bentuk titik ini misalnya sebuah menara, tugu dan sebagainya.
  2. Garis, misalnya sungai dan jalan.
  3. Luasan, misalnya bentuk-bentuk penggunaan tanah, danau dan sebagainya.

2.2. Proyeksi Peta

Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bola (bidang lengkung) ke bentuk bidang datar, dengan persyaratan sebagai berikut ;

  1. Bentuk yang diubah itu harus tetap.
  2. Luas permukaan yang diubah harus tetap.
  3. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.

Untuk memenuhi ketiga syarat itu sekaligus suatu hal yang tidak mungkin. Untuk memenuhi satu syarat saja dari tiga syarat di atas untuk seluruh bola dunia, juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah satu saja dari syarat di atas untuk sebagian kecil permukaan bumi.

Oleh karena itu, untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta.

Proyeksi berdasarkan bidang asal

  • Bidang datar (zenithal)
  • Kerucut (conical)
  • Silinder/Tabung (cylindrical)
  • Gubahan (arbitrarry)

Jenis proyeksi no.1 sampai no.3 merupakan proyeksi murni, tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas, melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan).

Dalam kesempatan ini tidak akan dijelaskan bagaimana perhitungan proyeksi tersebut di atas, akan tetapi cukup jenis proyeksi apa yang biasa digunakan dalam menyediakan kerangka peta di seluruh dunia.

Contoh proyeksi gubahan :

  • Proyeksi Bonne sama luas
  • Proyeksi Sinusoidal
  • Proyeksi Lambert
  • Proyeksi Mercator
  • Proyeksi Mollweide
  • Proyeksi Gall
  • Proyeksi Polyeder
  • Proyeksi Homolografik

Kapan masing-masing proyeksi itu dipakai ?

1. Seluruh Dunia

  • Dalam dua belahan bumi dipakai Proyeksi Zenithal kutub
  • Peta-peta statistik (penyebaran penduduk, hasil pertanian) pakai Mollweide
  • Arus laut, iklim pakai Mollweide atau Gall
  • Navigasi dengan arah kompas tetap, hanya Mercator

2. Daerah Kutub

  • Proyeksi Lambert
  • Proyeksi Zenithal sama jarak

3. Daerah Belahan Bumi Selatan

  • Sinusoidal
  • Lambert
  • Bonne

4. Untuk Daerah yang lebar ke samping tidak jauh dari Khatulistiwa

  • Pilih satu dari jenis proyeksi kerucut.
  • Proyeksi apapun sebenarnya dapat dipakai

Untuk daerah yang membujur Utara-Selatan tidak jauh dari Khatulistiwa pilih Lambert atau Bonne.

2.3. Tata Warna dan Simbol

Agar peta dapat dengan mudah dimengerti oleh pengguna peta, pemakaian tata warna dan simbol sangat membantu untuk mencapai tujuan tersebut.

2.3.1. Tata warna

Penggunaan warna pada peta (dapat juga pola seperti titik-titik atau jaring kotak-kotak dan sebagainya) ditujukan untuk tiga hal :

  • Untuk membedakan
  • Untuk menunjukan tingkatan kualitas maupun kuantitas (gradasi)
  • Untuk keindahan

Dalam menyatakan perbedaan digunakan bermacam warna atau pola. Misalnya laut warna biru, perkampungan warna hitam, sawah warna kuning dan sebagainya.

Sedangkan untuk menunjukan adanya perbedaan tingkat digunakan satu jenis warna atau pola. Misalnya untuk membedakan bersarnya curah hujan digunakan warna hitam dimana warna semakin cerah menunjukan curah hujan makin kecil dan sebaliknya warna semakin legam menunjukan curah hujan semakin besar.

2.3.2. Simbol

Untuk menyatakan sesuatu hal ke dalam peta tentunya tidak bisa digambarkan seperti bentuk benda itu yang sebenarnya, melainkan dipergunakan sebuah gambar pengganti atau simbol.

Bentuk simbol dapat bermacam-macam seperti; titik, garis, batang, lingkaran, bola dan pola.

Simbol titik biasanya dipergunakan untuk menunjukan tanda misalnya letak sebuah kota dan menyatakan kuantitas misalnya satu titik sama dengan 100 orang, dam sebagainya.

Simbol garis digunakan untuk menunjukan tanda seperti jalan, sungai, rel KA dan lainnya. Garis juga digunakan untu menunjukan perbedaan tingkat kualitas, yang dikalangan pemetaan dikenal dengan isolines.

Dengan demikian timbul istilah-istilah :

  • Isohyet yaitu garis dengan jumlah curah hujan sama
  • Isobar yaitu garis dengan tekanan udara sama
  • Isogon yaitu garis dengan deklinasi magnet yang sama
  • Isoterm yaitu garis dengan angka suhu sama
  • Isopleth yaitu garis yang menunjukan angka kuantitas yang bersamaan.

Tujuan dari penggunaan peta isopleth (menunjukan angka kuantitas sama) yaitu untuk memperlihatkan perbandingan nilai dari sesuatu hal pada daerah yang satu dengan daerah yang lain. Sehingga pengguna peta akan tahu mana daerah dengan nilai besar dan mana daerah dengan nilai kecil.

Untuk simbol batang, lingkaran dan bola biasanya lebih banyak dipakai untuk nilai-nilai statistik yang ditunjukan dengan garfik (batang, lingkaran dan bola).

3. KOMPONEN PETA

Setelah kita memahami konsep dasar dari penyusunan peta tersebut di atas, menjadi semakin mudah untuk menyimak apa saja komponen peta yang baik.

Komponen peta terdiri dari :

  1. Isi petaIsi peta menunjukan isi dari makna ide penyusun peta yang akan disampaikan kepada pengguna peta.

    Kalau ide yang disampaikan tentang perbedaan curah hujan , isi peta tentunya berupa isohyet.

  2. Judul petaJudul peta harus mencerminkan isi peta. Isi peta berupa isohyet, tentu judul petanya menjadi “Peta Distribusi Curah Hujan”, dan sebagainya.
  3. Sekala peta dan Simbol ArahSekala sangat penting dicantumkan untuk melihat tingkat ketelitian dan kedetailan objek yang dipetakan. Sebuah belokan sungai akan tergambar jelas pada peta 1:10.000 dibandingkan dengan pada peta 1:50.000 misalnya. Kemudian bentuk-bentuk pemukiman akan lebih rinci dan detail pada sekala 1:10.000 dibandingkan peta sekala 1:50.000.

    Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arah utara lazimnya mengarah pada bagian atas peta. Kemudian berbagai tata letak tulisan mengikuti arah tadi, sehingga peta nyaman dibaca dengan tidak membolak-balik peta. Lebih dari itu, arah juga penting sehingga si pemakai dapat dengan mudah mencocokan objek di peta dengan objek sebenarnya di lapangan.

  4. Legenda atau KeteranganAgar pembaca peta dapat dengan mudah memahami isi peta, seluruh bagian dalam isi peta harus dijelaskan dalam legenda atau keterangan.
  5. Inzet dan Index petaPeta yang dibaca harus diketahui dari bagian bumi sebelah mana area yang dipetakan tersebut.

    Inzet peta merupakan peta yang diperbersar dari bagian belahan bumi. Sebagai contoh, kita mau memetakan pulau Jawa, pulau Jawa merupakan bagian dari kepulauan Indonesia yang diinzet.

    Sedangkan index peta merupakan sistem tata letak peta , dimana menunjukan letak peta yang bersangkutan terhadap peta yang lain di sekitarnya.

  6. GridDalam selembar peta sering terlihat dibubuhi semacam jaringan kotak-kotak atau grid system.

    Tujuan grid adalah untuk memudahkan penunjukan lembar peta dari sekian banyak lembar peta dan untuk memudahkan penunjukan letak sebuah titik di atas lembar peta.

    Cara pembuatan grid yaitu, wilayah dunia yang agak luas, dibagi-bagi kedalam beberapa kotak. Tiap kotak diberi kode. Tiap kotak dengan kode tersebut kemudian diperinci dengan kode yang lebih terperinci lagi dan seterusnya.

    Jenis grid pada peta-peta dasar (peta topografi) di Indonesia yaitu antara lain :

    Kilometerruitering (kilometer fiktif) yaitu lembar peta dibubuhi jaringan kotak-kotak dengan satuan kilometer.

    Disamping itu ada juga grid yang dibuat oleh tentara inggris dan grid yang dibuat oleh Amerika (American Mapping System).

    Untuk menyeragamkan sistem grid, Amerika Serikat sedang berusaha membuat sistem grid yang seragam dengan sistem UTM grid system dan UPS grid system (Universal Transverse Mercator dan Universal Polar Stereographic Grid System).

  7. Nomor petaPenomoran peta penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruh lembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi.
  8. Sumber/Keterangan Riwayat PetaSumber ditekankan pada pemberian identitas peta, meliputi penyusun peta, percetakan,sistem proyeksi peta, penyimpangan deklinasi magnetis, tanggal/tahun pengambilan data dan tanggal pembuatan/pencetakan peta, dan lain sebagainya yang memperkuat identitas penyusunan peta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selasa, 24 Maret 2009

Legend Editor


Untuk mengedit legend pertama kita memilih theme yang akan kita edit, kemudian pilih icon edit legend pada menu toolbar atau klik dua kali pada theme yang di inginkan.




Pada legend type terdapat beberapa jenis yaitu:
1. Single Symbol
2.Graduated Color
3.Graduated Symbol
4. Unique Value
5.Chart

1.Single Symbol
Single simbol biasanya digunakan untuk menandai suatu titik-titik penting pada peta yang memiliki data tertentu sehingga kita dapat mengidentifikasinya. contohnya: kota.

2.Graduated Color
Graduated color digunkan saat kita ingin mengidentifikasi suatu daerah

Selasa, 10 Maret 2009

NOM (NOAA Operation Manager) merupakan piranti lunak yang dikembangkan oleh
departemen bidang ilmu lingkungan hidup (ESD) di NRI (Natural Resourches Institute)
yang berpusat di Inggris. Environmental Sciences Department (ESD) telah
mengembangkan suatu pendekatan yang disebut LARST (Local Application of Remote
Sensing Techniques) yang memfokuskan dalam pengembangan sistem pengintegrasian
yang lengkap dalam penangkapan dan pemrosesan data-data dari satelit (Meteosat,
NOAA, SPOT and ERS).

Piranti lunak ini telah dirancang untuk dapat mengatasi dan menyesuaikan dengan
masalah sistem kalender dan waktu pada komputer yang disebabkan oleh millenium bug.
NOM merupakan sistem yang berbeda dengan sistem sebelumnya, sistem
pengoperasiannya berbasis pada sistem windows.
NOM pada dasarnya dirancang untuk dapat:
· Menyediakan penggabungan data, memudahkan pemakai atau operator, juga
merupakan alat operasional yang dapat menyaring data yang diterima dari NOAA
· NOM dapat lebih menyesuaikan dengan menyediakan fasilitas export data yang
umum dan sederhana sehingga dapat disesuaikan dengan software atau piranti lunak
yang digunakan untuk Sistem Informasi Geographis (SIG) dan pemprosesan citra.
· Lebih fleksibel dalam penggunanaan

Sehingga pada prinsipnya NOM bukan merupakan suatu sistem yang digunakan sebagai
alat yang dapat digunakan untuk menerima data satelit NOAA ataupun alat yang
digunakan untuk penelitian dalam sistem informasi geographis (SIG), tetapi hanya piranti
lunak untuk memproses data dari citra satelit NOAA sehingga dapat memberikan hasil
atau out-put yang berguna.

Untuk mengetahui bagamana selengkapnya tentang cara mengakses citra NOAA silahkan anda download di sini

Minggu, 08 Maret 2009

SISTEM KOORDINAT & PROYEKSI PETA (tgs 1)

PROYEKSI

Proyeksi diartikan sebagai metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi bentuk dimensi yang sistematik. Analoginya adalah sama dengan saat kita akan menghitung luas kulit jeruk. Untuk menghitungnya kita harus mengupasnya dan meletakkannya pada bidang datar. Karena awalnya kulit jeruk tersebut 3 Dimensi dengan dikupas dan di letakkan mendatar maka dipaksakan menjadi 2 Dimensi maka sebagai akibatnya terjadi perubahan dari bentuk awal yang dikarenakan adanya sobekan, mengembang atau berkerut.

Gambar 2. Metoda Proyeksi Peta

Sistem UTM dengan system koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x,y) menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB, terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C, 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E, dan seterusnya.

Gambar 3. Zona UTM Dunia

Setiap zone UTM memiliki system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator. Untuk menghindari koordinat negative, meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter. Untuk zone yang terletak dibagian selatan ekuator (LS), juga untuk menghindari koordinat negative ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zone yang terletak dibagian utara ekuator, ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter.

Untuk wilayah Indonesia terbagi atas sembilan zone UTM, dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144° BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Dengan demikian wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT).

Gambar 4. Zona UTM Indonesia



SISTEM KOORDINAT

Jika membicarakan proyeksi kita sering membicarakan Sistem Koordinat. Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat. Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni :

1.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat


2.Sistem Koordinat 2 Dimensi.

3.Sistem Koordinat 3 Dimensi.

Rabu, 04 Maret 2009

Definisi Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu prosedur manual atau beberapa set berbasis komputer dari prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan atau memanipulasi data geografis. SIG dapat juga diartikan sebagai himpunan atau kumpulan yang terpadu dari hardware, software, data dan liveware (orang-orang yang bertanggungjawab dalam merancang, mengimplemantasikan dan menggunakan SIG). SIG juga merupakan hasil dari perpaduan disiplin ilmu didalam beberapa proses data spasial.