Selasa, 24 Maret 2009

Legend Editor


Untuk mengedit legend pertama kita memilih theme yang akan kita edit, kemudian pilih icon edit legend pada menu toolbar atau klik dua kali pada theme yang di inginkan.




Pada legend type terdapat beberapa jenis yaitu:
1. Single Symbol
2.Graduated Color
3.Graduated Symbol
4. Unique Value
5.Chart

1.Single Symbol
Single simbol biasanya digunakan untuk menandai suatu titik-titik penting pada peta yang memiliki data tertentu sehingga kita dapat mengidentifikasinya. contohnya: kota.

2.Graduated Color
Graduated color digunkan saat kita ingin mengidentifikasi suatu daerah

Selasa, 10 Maret 2009

NOM (NOAA Operation Manager) merupakan piranti lunak yang dikembangkan oleh
departemen bidang ilmu lingkungan hidup (ESD) di NRI (Natural Resourches Institute)
yang berpusat di Inggris. Environmental Sciences Department (ESD) telah
mengembangkan suatu pendekatan yang disebut LARST (Local Application of Remote
Sensing Techniques) yang memfokuskan dalam pengembangan sistem pengintegrasian
yang lengkap dalam penangkapan dan pemrosesan data-data dari satelit (Meteosat,
NOAA, SPOT and ERS).

Piranti lunak ini telah dirancang untuk dapat mengatasi dan menyesuaikan dengan
masalah sistem kalender dan waktu pada komputer yang disebabkan oleh millenium bug.
NOM merupakan sistem yang berbeda dengan sistem sebelumnya, sistem
pengoperasiannya berbasis pada sistem windows.
NOM pada dasarnya dirancang untuk dapat:
· Menyediakan penggabungan data, memudahkan pemakai atau operator, juga
merupakan alat operasional yang dapat menyaring data yang diterima dari NOAA
· NOM dapat lebih menyesuaikan dengan menyediakan fasilitas export data yang
umum dan sederhana sehingga dapat disesuaikan dengan software atau piranti lunak
yang digunakan untuk Sistem Informasi Geographis (SIG) dan pemprosesan citra.
· Lebih fleksibel dalam penggunanaan

Sehingga pada prinsipnya NOM bukan merupakan suatu sistem yang digunakan sebagai
alat yang dapat digunakan untuk menerima data satelit NOAA ataupun alat yang
digunakan untuk penelitian dalam sistem informasi geographis (SIG), tetapi hanya piranti
lunak untuk memproses data dari citra satelit NOAA sehingga dapat memberikan hasil
atau out-put yang berguna.

Untuk mengetahui bagamana selengkapnya tentang cara mengakses citra NOAA silahkan anda download di sini

Minggu, 08 Maret 2009

SISTEM KOORDINAT & PROYEKSI PETA (tgs 1)

PROYEKSI

Proyeksi diartikan sebagai metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi bentuk dimensi yang sistematik. Analoginya adalah sama dengan saat kita akan menghitung luas kulit jeruk. Untuk menghitungnya kita harus mengupasnya dan meletakkannya pada bidang datar. Karena awalnya kulit jeruk tersebut 3 Dimensi dengan dikupas dan di letakkan mendatar maka dipaksakan menjadi 2 Dimensi maka sebagai akibatnya terjadi perubahan dari bentuk awal yang dikarenakan adanya sobekan, mengembang atau berkerut.

Gambar 2. Metoda Proyeksi Peta

Sistem UTM dengan system koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x,y) menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB, terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C, 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E, dan seterusnya.

Gambar 3. Zona UTM Dunia

Setiap zone UTM memiliki system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator. Untuk menghindari koordinat negative, meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter. Untuk zone yang terletak dibagian selatan ekuator (LS), juga untuk menghindari koordinat negative ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zone yang terletak dibagian utara ekuator, ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter.

Untuk wilayah Indonesia terbagi atas sembilan zone UTM, dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144° BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Dengan demikian wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT).

Gambar 4. Zona UTM Indonesia



SISTEM KOORDINAT

Jika membicarakan proyeksi kita sering membicarakan Sistem Koordinat. Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat. Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni :

1.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat


2.Sistem Koordinat 2 Dimensi.

3.Sistem Koordinat 3 Dimensi.

Rabu, 04 Maret 2009

Definisi Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu prosedur manual atau beberapa set berbasis komputer dari prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan atau memanipulasi data geografis. SIG dapat juga diartikan sebagai himpunan atau kumpulan yang terpadu dari hardware, software, data dan liveware (orang-orang yang bertanggungjawab dalam merancang, mengimplemantasikan dan menggunakan SIG). SIG juga merupakan hasil dari perpaduan disiplin ilmu didalam beberapa proses data spasial.